INTEGRITY
PROFESSIONALISM
ENTREPRENEURSHIP
Language

Sistem Pembelajaran

Secara umum, komunikasi dapat dimaknai sebagai proses pengiriman (transmits) informasi untuk merubah perilaku individu lain (the audience). Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, yang dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Komunikasi amat esensial dalam buat pertumbuhan kepribadian manusia. Para ahli ilmu sosial telah berkali-kali mengungkapkan bahwa kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan kepribadian. Ashley Montagu, seorang Antropolog yang cukup terkenal, dengan tegas menulis : “the most important agency through which the child learns to be human is communication, verbal also nonverbal”. (media yang paling penting  bagi anak belajar untuk  menjadi manusia adalahkomunikasi,verbal maupun nonverbal

Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain di lingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan  orang lain di lingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun  non-verbal. Melalui komunikasi kita berbicara dengan diri kita sendiri, mengenal serta mengevaluasi diri sendiri; melalui komunikasi kita berkenalan serta berinteraksi dengan orang lain, dan mengungkapkan perasaan kita terhadap orang lain; dan melalui komunikasi kita memecahkan segala macam persoalan, mengembangkan gagasan baru, serta berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan orang lain.

Tapi seringkali orang bertanya, “untuk apa kita belajar berkomunikasi”, “bukankah sejak lahir kita sudah diajarkan berkomunikasi?” “Bukankah komunikasi sudah kita terima begitu saja (taken for granted) dari orang tua kita?”

Komunikasi adalah suatu hal yang sangat kompleks dan merupakan kegiatan yang menantang (challenging activity), demikian rumitnya, hamper setiap orang pernah mengalami mengalami kegagalan dalam berkomunikasi (miskomunikasi). Terlebih saat ini kita telah memasuki sebuah era yang disebut sebagai “masyarakat informasi” (information society), yaitu sebuah era yang masyarakat nya telah menjadikan komunikasi melalui proses pengiriman informasi sebagai sebuah komoditas kepentingan-kepentingan ekonomi. Dengan demikian, dalam era masyarakat informasi, keahlian komunikasi adalah kemampuan yang mutlak dimiliki banyak setiap agar bisa siap menghadapi dunia yang telah menjadikan komunikasi sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Maka bermunculan begitubanyak profesi dalam bidang komunikasi, hamper semua bidang pekerjaan membutuhkan orang-orang yang memiliki skill komunikasi. Mulai dari public relations officer, trainer, motivator, editor, jurnalis, analis media, reporter, programmer TV, media researcher, media planner, public speaker, ataupun pekerjaan-pekerjaan yang lebih berkaitan dengan dunia akademis, seperti dosen dan peneliti, yang memang membutuhkan para ahli di bidang ilmu komunikasi.

Dengan demikian, pertanyaan mengenai “untuk apa kita belajar komunikasi?", dan anggapan umum bahwa sejak lahir kita sudah diajar kan berkomunikasi, menemukan jawabannya ketika ada bagitu banyak calon mahasiswa yang berbondong-bondong memasuki program studi ilmu komunikasi, mereka menyadari bahwa meskipun komunikasi adalah sesuatu yang secara inheren kita terima sejak lahir, namun itu belum cukup untuk bisa menghadapi dunia globalisasi seperti sekarang ini, serta bagaimana membangun dan mencerna komunikasi secara efektif. Setiap orang yang ingin mempersiapkan dirinya terjun kedalam masyarakat informasi (information society) membutuhkan pengetahuan sistematis mengenai komunikasi dan membutuhkan skill – teoritis maupun praktis – mengenai proses komunikasi.